Konsep energy terbarukan mulai dikenal pada tahun 1970-an,
sebagai upaya untuk mengimbangi pengembangan energy berbahan bakar nuklir dan
fosil. Definisi paling umum adalah sumber energy yang dapat dengan cepat
dipulihkan kembali secara alami, dan prosesnya berkelanjutan. Dengan definisi
ini, maka bahan bakar nuklir dan fosil tidak termasuk di dalamnya.
1.
Biomass
Tumbuhan biasanya menggunakan fotosintesis
untuk menyimpan tenaga surya, udara, dan co2. Bahan bakar bio
(biofuel) adalah bahan bakar yang diperoleh dari biomassa-organisme atau produk
dari metabolism hewan., seperti kotoran dari sapi dan sebagainya. Ini juga
merupakan salah satu sumber energy terbaharui. Biasanya biomass dibakar untuk
melepas energy kimia yang tersimpan didalamnya, pengecualian ketika bio fuel
digunakan untuk bahan bakar fuel cell (missal direct methanol fuel cell dan
direct ethanol fuel cell).
Biomass dapat digunakan langsung sebagai
bahan bakar atau memproduksi bahan bakar jenis lain seperti biodiesel,
bioetanol, atau biogas dapat dibakar dalam mesin pembakaran dalam atau pendidih
secara langsung dengan kondisi tertentu.
Biomass menjadi sumber energy terbarukan
jika laju pengambilan tidak melebihi laju produksinya, karena pada dasarnya
biomassa merupakan bahan yang diproduksi oleh alam dalam waktu relative singkat
melalui berbagai proses biologis. Berbagai kasus penggunaan biomassa yang tidak terbarukan sudah terjadi, seperti
kasus deorestasi jaman romawi, dan yang sekarang terjadi, deforestasi hutan
amazon. Gambut juga sebenarnya biomass yang pendefinisiannya sebagai energy
terbarukan cukup bias karena laju ekstraksi oleh manusia tidak sebanding dengan
laju pertumbuhan lapisan gambut.
Ada tiga bentuk penggunaan biomassa, yaitu
secara padat, cair, dan gas. Dan secara umum ada dua metode dalam memproduksi
biomassa, yaitu dengan menumbuhkan organisme penghasil biomassa dan menggunakan
bahan sisa hasil industry pengolahan mahluk hidup.
Bahan bakar bio cair
Bahan bakar boio cair biasanya berbentuk
bioalkohol seperti methanol, etanol, dan biodiesel. Biodiesel dapat digunakan
pada kendaraan diesel modern dengan sedikit atau tanpa modifikasi dan dapat
diperoleh dari limbah sayur dan minyak hewani serta lemak. Tergantung potensi
setiap daerah, jagung, gula, bit, tebu, dan beberapa jenis rumput dibudidayakan
untuk menghasilkan bioetanol. Sedangkan biodiesel dihasilkan dari tanaman atau
hasil tanaman yang mengandung minyak dan telah melalui berbagai proses seperti esterifikasi.
Biomassa padat
Penggunaan langsung biasanya dalam bentuk
padatan yang mudah terbakar, baik kayu bakar atau tanaman yang mudah terbakar.
Tanaman dapat dibudidayakan secara khusus untuk pembakaran atau dapat digunakan
untuk keperluan lain, seperti diolah di industry tertentu dan limbah hasil
pengolahan yang bisa dibakar dijadikan bahan bakar. Pembuatan briket biomassa
juga menggunakan biomassa padat, dimana bahan bakunya bisa berupa potongan atau
serpihan biomassa padat mentah atau yang telah melalui proses tertentu seperti
pirolisis untuk meningkatkan presentase karbon dan mengurangi kadar airnya.
Biomassa padat juga bias diolah dengan cara
gasifikasi untuk menghasilkan gas.
Biogas
Berbagai bahan organic, secara biologis
dengan fermentasi, maupun secara fisikokimia dengan gasifikasi, dapat
melepaskan gas yang mudah terbakar.
Biogas dapat dengan mudah dihasilkan dari
berbagai limbah dari industry yang ada saat ini, seperti produksi kertas,
produksi gula, kotoran hewan peternakan, dan sebagainya. Berbagai aliran limbah
harus diencerkan dengan air dan dibiarkan secara alami berfermentasi,
menghasilkan gas metana. Residu dari aktifitas fermentasi ini adalah pupuk yang kaya nitrogen, karbon,
dan mineral.
2.
Energy panas bumi
Energy panas bumi berasal dari peluruhan
radioaktif di pusat bumi, yang membuat bumi panas dari dalam, serta panas dari
matahari yang membuat panas permukaan bumi. Ada tiga cara pemanfaatan panas
bumi:
Ø
Sebagai tenaga pembangkit listrik dan digunakan
dalam bentuk listrik
Ø
Sebagai sumber panas yang dimanfaatkan secara
langsung menggunakan pipa ke perut bumi
Ø
Sebagai pompa panas yang dipompa langsung dari
perut bumi
Panas bumi adalah suatu bentuk
energy panas atau energy termal yang dihasilkan dan disimpan didalam bumi.
Energy panas adalah energy yang menentukan temperatur suatu benda. Energy panas
bumi berasal dari energy hasil pembentukan planet (20%) dan peluruhan
radioaktif dari mineral (80%). Gradient panas bumi, yang didefinisikan dengan
perbedaan temperatur antara inti bumi dan permukaannya, mengendalikan konduksi
yang terus menerus terjadi dalam bentuk energy panas dari inti ke permukaan
bumi.
Temperature inti bumi mencapai lebih dari 5000oC. panas mengalir secara konduksi menuju berbatuan sekitar inti bumi. Panas ini menyebabkan bebatuan tersebut meleleh, membentuk magma. Magma mengalirkan panas secara konveksi dan bergerak naik karena magma yang berupa bebatuan cair memiliki massa jenis yang lebih rendah dari bebatuan padat. Magma memanaskan kerak bumi dan air yang mengalir di dalam kerak bumi , memanaskannya hingga mencapai 300oC. air yang panas ini menimbulkan tekanan tinggi sehingga air keluar dari kerak bumi.
Energy panas bumi dari inti bumi
lebih dekat ke permukaan di beberapa daerah. Uap panas air bawah tanah dapat
dimanfaatkan, dibawa ke permukaan, dan dapat digunakan untuk membangkitkan
listrik. Sumber tenaga panas bumi berada di beberapa bagian yang tidak stabil
secara geologis seperti islandia, selandia baru, amerika serikat, Filipina, dan
italia. Dua wilayah yang paling menonjol selama ini di amerika serikat berada
di kubah Yellowstone dan di utara California. Islandia menghasilkan tenaga
panas bumi dan mengalirkan energy ke 66% dari semua rumah yang ada di islandia
pada tahun 2000, dalam bentuk energy panas secara langsung dan energy listrik
melalui pembangkit listrik. 86% rumah yang ada di islandia memanfaatkan panas
bumi sebagai pemanas rumah.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar